Laman

Tampilkan postingan dengan label les paul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label les paul. Tampilkan semua postingan

April 05, 2014

Adiksigitar Preview : ODD GUITARS with 3D Technologies

ODD Guitars

Satu kata untuk brand gitar New Zealand yang satu ini.. EPIC !

Bayangin aja man, gitarnya bisa berbentuk apapun yang kamu mau, benar-benar 3 dimensi, tidak hanya bagian finishingnya aja yang 3D. bahkan di video ini, kamu bisa lihat kalo bagian bodi gitar ini memang bermesin dan bergerak seakan-akan menciptakan alur dan sound dari permainan gitarnya. Sakit! (in a good way :D).

ODD Guitars memang sebuah pabrikan yang mengeksplor dunia 3D untuk diaplikasikan pada bodi gitar elektrik atau bass elektrik. Dari info yang saya lihat dari web resmi mereka disini, ODD guitars menggunakan mesin laser yang disebut SLS (Selective Laser Sintering) untuk mencreate nuansa 3D dengan bahan bubuk nylon (nylon powder) sebagai bahan utama bodi gitarnya.

Olaf Diegel adalah oknum yang bertanggung jawab atas semua mesin perang nan kreatif ini, dia adalah seorang yang memiliki gelar Profesor dalam bidang mechatronics (mekanik-elektronik), dan sangat memuja dunia teknologi 3D.

Wew, silakan nikmati sedikit screenshots dari gitar unik ini.
















Desember 19, 2013

Adiksigitar Preview : BRIDGE ANTI "OUT-OF-TUNE" THE EVERTUNE BRIDGE !



EVERTUNE Bridge

Stringed instruments, particularly guitars, have a tendency to get out of tune during playing, especially if strings are bent. In the late 1980s, Gibson developed a system called the Gibson Robot Guitar which used an onboard computer, motors, and a battery to keep the instrument in tune, but the system was complex and did not gain much marketplace acceptance, according to one report.

 

Guitarist and engineering student Cosmos Lyles came up with a device to keep his guitar in tune, and with the help of engineer Paul Dowd produced a prototype of the EverTune bridge, which uses a spring and lever system that maintains string tension.

THE INVENTION

The EverTune bridge keeps a guitar in tune despite changes in tension. The mechanical device maintains a constant state of tension despite changes in temperature or humidity or the exertion of pressure on the string.

On a guitar, the bridge has six springs and levers, one for each of a guitar's six strings,such that "when a string stretches or slips, the springs apply the opposing force necessary to compensate for the shift, thus maintaining the correct tension and tuning."In theory, the device can work with any stringed instrument, according to the inventors. The mechanism has been patented. A guitar with one installed is no longer tuned by turning the pegs at the end of the guitar's neck but rather with a screw on the bridge.(wikipedia)

Mekanisme EverTune


Pre_Installed On ESP LTD


Yeah baby! Okay guys, adiksigitaris from all over the world, bridge ini merupakan penyanggah senar yang boleh dibilang berinovasi tinggi, merupakan bridge yang 100% dipastikan dapat membuat senar kamu jauh dari kata "out-of-tune" walaupun kamu strumming dengan sangat sadis, kamu bending senar kamu sampai naek 20 oktaf (lebay! ha!) dijamin bakal tetap in-tune, stabil dan tidak akan fals. 

Mekanisme bridge ini adalah menggunakan 6 buah pegas untuk setiap senarnya dan bekerja sangat sempurna untuk menjaga gitar kamu tetap in-tune, setiap senar memiliki sadelnya masing-masing, dan akan bergerak maju-mundur mengikuti gerakan senar, cocok banget digunakan untuk kamu yang sering mengaplikasikan teknik bending gila-gilaan pada saat bermusik bahkan kamu tarik sekuat tenaga seperti Ola Englund juga masih tetap in-tuned! :) Nice! well untuk Metalheads diluar sana, tenang saja, karena EverTune juga bakal merilis bridge ini untuk gitar dengan 7 senar atau 8 senar! sadis!. Menggunakan senar ukuran besar? tidak masalah bagi bridge ini. Sekali stem - tidak akan fals FOR-EVER.

Saat ini cukup mudah ditemukan gitar elektrik yang sudah mengaplikasikan EverTune Bridge ini, mulai dari ESP LTD, Musicman Sterling, VGS Guitars, Fender, Gibson, Ibanez, Washburn Parallaxe dan lain sebagainya.

Go get one, and find out !

Sources - here and for video check  this












November 29, 2013

RASAKAN NUANSA GIBSON DI GITAR INI DENGAN HARGA YANG SANGAT TERJANGKAU !!


Maestro By Gibson
Whazzupp adiksigitaris! 

Yupp! Gitaris pasti tau model gitar yang satu ini! Banyak yang menganggap bahwa gitar elektrik produksi GIBSON memang tidak diragukan lagi dalam hal kualitas, daya tahan dan performance nya, tetapi lebih banyak lagi yang menyayangkan kalau harga gitar yang satu ini memang sangat selangit, mahaaalll bangett bahkan banyak gitaris yang menganggap mereka "way too overpriced". Fiuhh..

Weiitz, tapi sabar dulu.. Kalo kamu memang sebegitu ngefans nya dengan brand elektrik yang satu ini tapi punya kendala dalam hal "fulus", haha, kayanya kamu harus coba gitar elektrik yang satu ini. 

MAESTRO BY GIBSON, ya itu yang tertera di headstocknya, sebuah gitar elektrik yang sepertinya cocok untuk kamu yang baru memulai belajar gitar elektrik. Dengan pilihan type yang cukup beragam, seperti Les Paul, SG, Les Paul Junior sampai Mini Flying V

Gitar ini lebih banyak ditawarkan dengan bundling starter pack, termasuk amplifier, kabel, picks, senar dan strap. Dari info yang saya dapatkan dari website resmi mereka disini, hampir seluruh produk MAESTRO menggunakan body dengan bahan kayu poplar, fingerboard rosewood, dan neck dari kayu maple dengan pilihan pickup hanya humbucker.

Tapi ada yang unik dengan brand ini, ternyata MAESTRO tidak hanya memproduksi gitar elektrik/ampli saja, tetapi mereka juga menyediakan beberapa pedal efek yang cocok untuk para beginner diluar sana, seperti Chorus, Phaser dan Overdrive/Crunch.



Gimana? Penasaran sama harganya? haha, tenang.. Gitar ini kabarnya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau hanya sekitar 1 jutaan Rupiah saja. Well?
Cek link video disini.

Oktober 05, 2013

PROFIL DEMONT GUITARS - Sebuah Kisah Tentang Gitar Elektrik


DeMont Guitars Logo

Heyho guys! Apa kabar adiksigitaris?! Hope everything is fine! Well, long time no see ya, sudah cukup lama saya tidak posting tulisan original saya di blog TENTANG GITAR ELEKTRIK ini.

DeMont Guitars Store

Yapp! saya berjanji kepada salah satu sahabat saya dari US sana untuk sedikit mengulas tentang sepak terjangnya di dunia pergitaran Amerika Serikat. Dan akhirnya, setelah tertahan lebih dari satu bulan (i'm sorry Nate) inilah tulisan yang mungkin dapat menginspirasi kita semua apalagi khusus untuk kamu yang tertarik dengan benda musikal bersenar 6/7/8 yang satu ini. 

Here we go.

Nate DeMont
Dia adalah seorang yang bernama Nathaniel Demont (30) yang berasal dari Oswego, Illinois, USA. Dia adalah seorang pebisnis gitar muda, pemilik sebuah bengkel/toko gitar elektrik dengan brand DeMont Guitars. Sejak SMA ia sangat tertarik dengan gitar elektrik dan selalu bercita-cita ingin membangun sebuah gitar elektrik dengan tangannya sendiri. Sampai akhirnya, di tahun akhir SMA nya dia membangun gitar elektrik pertamanya.

Setelah lulus SMA, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di sebuah Perguruan Tinggi dan mengambil jurusan musik. Mimpi untuk terus bergelut dengan dunia gitar sedikit terlupakan oleh dirinya ketika ia mendapatkan pekerjaan penuh sebagai seorang Maintenance Person pada sebuah perusahaan (walaupun dirasa tidak sinkron dengan kuliahnya) sampai akhirnya berpindah pekerjaan pada perusahaan konstruksi dan sempat bekerja sebagai tukang kunci (Locksmithing) - sampai saat itu pekerjaan sebagai guitar builder hanya dilakukannya sebagai part time job saja.

DeMont headstock style
Nate DeMont juga pernah menjadi seorang yang strong (ha!) dan hobby nge-Gym, hobby ngangkat beban berat sob, sampai akhirnya iapun ikut berpartisipasi dalam sebuah ajang kompetisi North American Strongman (NAS) tetapi sayangnya ia terluka pada saat latihan menjelang kompetisi tersebut. Dia melewati beberapa kali operasi untuk pemulihan dirinya dan pada saat pemulihannya itu akhirnya dia mengambil keputusan untuk benar-benar terjun sebagai a brand new guitar builder in America di tahun 2008.


Dia menemukan kembali soul-nya ketika menyentuh lagi sebuah gitar elektrik. 


Pada awalnya, DeMont Guitars hanyalah sebuah bengkel gitar elektrik kecil yang memulai usahanya dari nol. Dari yang awalnya hanya menjual jasa penggantian senar, reparasi kecil-kecilan, modifikasi, jual-beli sampai akhirnya benar-benar berbisnis untuk mengembangkan brand gitar elektrik custom DeMont Guitars


Mod Les Paul by DeMont
Mod Strat by DeMont
Singkat cerita, di tahun 2013 ini DeMont Guitars akhirnya bekerjasama dengan pabrikan Guyatone Japan, dimana ini adalah salah satu pabrikan gitar pertama di Jepang (belum banyak yang tau ya?) dan mereka berniat untuk mengembalikan nama Guyatone di negara Paman Sam tersebut. Pada saat ini pabrikan Guyatone lebih banyak memproduksi efek pedal untuk pasaran Amerika dan Nate adalah salah satu distributor resminya disana. Selain itu, ia juga bertanggung jawab atas produksi DeMont/Maxosonic Pickups. Di tengah persaingan bisnis gitar elektrik yang semakin ketat dia mengatakan kepada saya hal ini : saya tidak takut!.


Demont Pickups
Beberapa link yang mungkin kamu sukai tentang DeMont Guitars bisa di cek disini :






Khusus untuk website www.DeMontGuitars.com/store sedang dalam perbaikan, kamu bisa mencobanya di waktu mendatang. 

Custom Strat by DeMont Guitars

Hmm...sebuah kisah yang menarik bukan? sebuah mimpi tidak akan pernah terealisasi apabila kita tidak berusaha keras untuk meraihnya. Apapun mimpimu, apabila kamu punya feeling yang bagus tentang hal itu, cobalah, tidak ada yang tahu dari mana rezeki itu datang. Apakah dari pekerjaan utamamu ataukah hanya dari hobbymu. Only God knows it.


NB : Apabila tertarik dengan DeMont Pickups/Guyatone Pedals dan berniat untuk membelinya silahkan hubungi saya di twitter @febriano84 atau di +62856-4727-1817.


All pictures reserved by Demont Guitars and Adiksigitar Blog.

Agustus 13, 2013

Adiksigitar Review : 1980's GIBSON LES PAUL XR 1 VINTAGE - HIDUP SEGANMATI TAK MAU :'(

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Happy August Guys!

Well, tulisan ini hanyalah sedikit curhatan saya tentang sebuah gitar Vintage dan sangaat jarang ditemui di Indonesia. Sebenarnya sudah dari dulu saya ingin menulis tentang gitar ini. Saat ini saya juga bekerja di sebuah stasiun radio di Kota Solo, dan mereka juga memiliki berbagai macam alat musik untuk keperluan studio recording yang pernah eksis di tahun 1990an.

Mata saya tertarik pada satu alat yang sangat indah, sebuah instrumen mahal berdawai 6 dan telah terbaring cukup lama di salah satu sudut studio. Singkat cerita, setelah meniupkan debu yang cukup tebal di hard case dan merasakan menyentuh lapisan cat tua dan senar yang sudah sangat lapuk dimakan usia, hardware yang berkarat, akhirnya saya mencoba menghidupkannya kembali dari mati surinya setelah 32 tahun yang lalu dia diciptakan. Haha.

Sedikit review dari saya setelah saya mencoba gitar ini adalah, bobotnya yang sangat berat, hampir kaya besi, haha, sepertinya body benar2 total kayu tanpa lubang2 seperti Gibson saat ini (weight relieved) dengan sound yang sangat khas Gibson, warm tapi ada kesan twank nya sedikit yang sangat old-school pada konfigurasi full humbucker, sangat cocok untuk musik Rock era 80-90an, dan juga memiliki single switcher coil tap yang kalo diaktifkan bernuansa sangat treble Fender, entahlah apakah gitar ini juga berniat menyaingi Fender di era 80an lalu atau tidak.

Kondisi dari gitar ini adalah sepertinya pernah menjadi gitar yang sangat sering digunakan pada masa lalu, terlihat dari adanya lecet dan dings di beberapa titik body dan necknya, kondisi fretboard yang cukup kotor di setiap sela2 besi fretsnya, bridge yang sangat susah untuk disetting, neck yang harus segera diluruskan truss rodnya, tetapi kerennya untuk hal elektronik boleh dibilang masih sangat bagus, saya sempat cek PU cavitynya dan menemukan bahwa elektronik/solderan sepertinya tidak pernah dibongkar sama sekali, sehingga sangat terlihat original Gibson. Saya kurang jelas untuk pickup humbuckernya, apakah ini zebra Dirty Fingers, PAF, ataukah Burst-Bucker karena saya juga belum mendapatkan informasinya dari internet. Gitar ini dilengkapi dengan hardcase yang sangat kokoh dan masih dapat melindungi gitar ini dari serangan apapun.

Satu lagi, untuk size neck nya, radius/scale serta ketebalannya sangat nyaman dimainkan, walaupun terkesan sangat bule tapi ketebalan dan playabilitynya sumpah ajib banget, untuk urusan neck, saya merasa sangat cocok!.

Hmmm, sungguh sebuah penemuan yang sangat menggembirakan. Bagaimana dengan anda? Apakah pernah punya cerita seperti saya?.

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Gibson Hardcase Logo/Adiksigitar 

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Gibson Les Paul XR-1 Case/Adiksigitar 


Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 

Gibson Les Paul XR-1/Adiksigitar 


All pictures reserved by adiksigitar.blogspot.com

Maret 16, 2013

ADISKGITAR PREVIEW : The Legacy Continues On GIBSON L6-S

Gibson L6S Reissued

The Gibson L6S is part of a very select group of guitars: the lesser-known Gibson’s. Renowned as pioneers of the electric guitar, such a huge number of Gibson models have become ‘classics’ that it is a far less common occurrence to discover a model that is no longer made. The Gibson L6S, however, is just such a beast.

Designed in 1972 by Bill Lawrence, the plan was to create a guitar capable of the widest possible range of tones, but with the simplest possible controls and electronics. With a slim line design, based on the L5S, and looking a bit like a wider Les Paul, the Gibson L6S won itself some very well known fans, in the shape of Carlos Santana.
Dawson Music - Gibson L6S Ad.

Solid maple Body and Neck

Unusually for an electric guitar, the Gibson L6S features a body made of solid Grade-A maple. Matching this with slim profile, glued-in neck of the same material has the effect of delivering a chiming quality to the guitar’s tone, with exceptional sustain. The single cutaway provides easy access to the L6S’ 22 frets. An Antique Lacquer nitrocellulose finish adds to the vintage look of the guitar, whilst allowing the body to resonate more fully. A classic Tune-o-matic bridge keeps things all stable and in tune at the bottom end of the guitar, whilst Grover Kidney Button tuners take care of business at the other end of the fretboard.

Coil tapped pickups, with six way switching

The Gibson L6S’ real strength lies in its electronics, however. Two humbuckers feature, a 490R in the neck position and a 498T at the bridge, delivering more gain. These will deliver a wide array of tones on their own, but L6S has a few more tricks up its sleeve. The two pickups can be coil-tapped (splitting them into single coil pickups) and selected in various configurations via a six-way selector switch. This is teamed with a master volume and bass and treble roll-off EQ pots, making the Gibson L6S a real guitar tone chameleon.
If you like it, go get one guys!
haha..berapa duit ya kalo diRp-in?! :P
click here.

Februari 09, 2013

GEAR REVIEW : ARTROCK LES PAUL RLP 200 INDONESIA

Artrock RLP 200 Gold Top
Yup, mungkin sedikit telat untuk mereview gitar indonesia yang satu ini. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan? bagi2 informasi apa salahnya?hehe.

ARTROCK guitars tipe Les Paul RLP 200, merupakan gitar elektrik yang asli pabrikan Indonesia, diproduksi oleh PT.RIRA yang juga sudah cukup lama menerima orderan gitar dari brand2 internasional. Ini merupakan salah satu model gitar yang sangat cetarr membahana, sangat populer dan sangat klasik, pertama kali diciptakan oleh Alm. Les Paul di era tahun 50an (CMIIW) dengan brand Gibson-nya, dan saat ini pun mungkin hampir seluruh pabrikan gitar di dunia memiliki tipe model Les Paul ini, tidak terkecuali juga untuk pabrikan ARTROCK.

Well, let's get the party started!

FITUR/HARDWARE
Menggunakan bahan kayu Mahogany untuk body nya, tidak setebal les paul pada umumnya, dan memberikan sedikit arch top untuk menambah kesan klasiknya. Difinishing dengan warna gold/emas yang cukup berkualitas pada bagian depannya, dan warna coklat tua pada bagian samping dan belakang. Untuk neck juga menggunakan bahan kayu mahogany dengan fretboard rosewood, inlay kotak blok bahan abalone dan disambung dengan metode set in neck. Body dan headstock menggunakan binding 5 lapis dan neck 1 lapis.


22 medium frets, 3 on 3 tuner model grover, bridge menggunakan Tune-O-Matic dan Stop Tail, 24 3/4 scale, 2 volume, 2 tone, 3 way switcher dan 2 buah pasif humbucker bridge dan neck dari GnB pickups dengan model krom. Hardware menggunakan warna finishing hitam.

Gitar ini tidak seberat Gibson Les Paul, karena memang ukuran body yang lebih tipis, serta neck yang juga cukup tipis, dengan kontur heel pada bagian ujungnya, pas untuk kita tangan orang asia. Hardware (tuner,bridge dll) bawaan gitar ini sudah cukup baik dan standar, atau kalo kamu ingin lebih awet mungkin lebih baik untuk mengupgrade dengan hardware yang lebih berkualitas tinggi. Tapi untuk body dan neck saya pastikan kualitas dan detail pengerjaannya sudah sangat profesional.

SOUND
Artrock Les Paul RLP 200 merupakan gitar dengan warna sound yang cukup variatif dengan output pickup yang cenderung medium. Penggunaan kayu yang tipis pada body dan neck juga berimbas pada warna sound yang lebih high/bright. Sound clean dari bridge gitar ini juga cukup asik, dengan kadar low, mid dan high yang proporsional, dan untuk sound neck cenderung low tetapi dengan kadar treble yang juga masih terasa. Blending sound dari kedua pickupnya juga asik untuk kamu yang suka dengan sound yang warm, bluesy dan asik untuk chording/solo dengan gaya slash.

Pada setting distorsi, gitar ini cenderung medium output, dengan sound yang mirip2 dengan musik rock/heavy metal era tahun 80an, apabila kamu ingin lebih high gain, lebih low dan heavy, mungkin penggunaan senar yang lebih tebal (rekomendasi ukuran 010./.011) dan pickup booster sudah dapat mengatasi permasalahan itu.

PLAYABILTY
Gitar RLP 200 ini dapat memberikan playability yang cukup bagus, body yang tidak terlalu berat, desain yang proporsional memungkinkan kamu main sambil duduk dengan santai. Desain neck juga merupakan kelebihan dari gitar ini, lebih tipis dari les paul yang asli, dan sepertinya memang didesain untuk tangan2 orang Indonesia. Fret work yang sempurna, neck yang stabil, membuat jari kita lebih nyaman bermain2 di fingerboardnya, dan memainkan musik2 pop, rock, bahkan sedikit heavy metal juga dapat dijabanin oleh gitar ini. Bermain solo/sweep picking juga nyaman banget bro!.

OVERALL
Well, gitar ini juga dibanderol dengan harga yang sangat masuk akal. Cukup terjangkau untuk gitar dengan kualitas yang baik. Pas untuk kamu yang falling love dengan model les paul namun dengan ukuran yang lebih Indonesia. Kalau kamu ingin membuat sound gitar ini lebih gahar coba saja dengan mengupgrade pickupnya, karena basic dari kayu mahoganynya dapat dibawa kemana saja, baik pickup dengan bahan ceramic ataupun alnico, Ohya hampir lupa, kalo kamu ganti dengan pickup yang lebih hot, attack dari sound gitar ini juga menjadi lebih sadis, pas buat yang doyan metal.****

Akhir kata : 

Produksi gitar elektrik Made In Indonesia menunjukkan kualitas yang semakin baik, dan gitar ini adalah gitar all around yang dapat di gunakan oleh siapa saja, cukup terjangkau tapi tidak murahan. I Love Indonesian Guitar!!