Laman

Tampilkan postingan dengan label reuni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reuni. Tampilkan semua postingan

Desember 23, 2014

REUNI "GRUNGE" DI KOTA BENGAWAN

Class of 99 Grunge Reunion Invitation

Grunge, sebuah kata yg mulai muncul ke permukaan hingar-bingar scene rock di era awal tahun 90-an. Ketika musik rock mencapai titik jenuhnya di seputaran akhir tahun 80an, bermodalkan 1 album yang bertitel "Nevermind" akhirnya Nirvana melesak ke langit popularitas setelah penjualan album tersebut bisa mencapai angka jutaan keping hanya di minggu pertamanya. 


Siapa yang menyangka? sebelumnya tidak ada yang menyangka, bahkan pihak labelnya pun, DGC, hanya berharap Nevermind bisa tembus angka penjualan 250.000 keping, seperti debut Sonic Youth di label major. Tapi sangkaan itu semua termuntahkan oleh hit single mereka "Smells Like Teen Spirit" yang bisa merajai chart  pada masa itu dan membuat Michael Jackson turun tahta, Guns 'n' Roses gigit jari dan Metallica mundur sejenak ke belakang. 


Era 90an memang boleh dibilang sebagai era musik rock alternatif, dimana akhirnya bermunculan nama-nama seperti Soundgarden, Mudhoney, The Melvins, Alice In Chains, Silverchair, Stone Temple Pilots dan lain sebagainya. Genre yang media sebut sebagai "Grunge" inipun akhirnya mulai hinggap di kota -kota besar maupun kecil di Indonesia dan tidak terkecuali di kota bengawan. 


Sejak kurang lebih tahun 1993, di kota Solo mulai terdeteksi generasi muda yang menggandrungi musik-musik semacam Grunge ini, tidak dipungkiri merekapun mengenal genre ini disebabkan oleh Kurt Cobain, Krist Novoselic, Chad Channing dan Dave Ghrol a.k.a Nirvana. Band inilah yang bertanggung jawab menyebarkan paham rock alternatif yang mengancam eksistensi Hair Metal pada masa itu. Nah, berawal dari saat itulah akhirnya regenerasi band-band/musisi rock alternative/grunge masih bermunculan di kota bengawan ini. Sebut saja band-band seperti Naked Virgin Fans, Lajur Kiri, Sporadic Bliss, Inlander, Suckit-V, Museum, Spawn Against dsb. Mereka tersebar dari berbagai scene yang ada di seputaran kota Solo, seperti Turisari, Kotabarat, Museum, Nusukan, dan masih banyak lagi. 


Tepatnya di "Social Lounge" Social Kitchen tanggal 21 Desember 2014, mulai pukul 19.00 WIB para seniman, musisi, band yang masih berpegang teguh pada agama 'rock alternatif/grunge' ini akhirnya kembali berkumpul bersama, reuni, sekaligus menjadi ajang eksistensi mereka kepada publik. Rata-rata memang saat ini mereka sudah berkeluarga, tetapi tidak meyurutkan semangat mereka untuk berkumpul, sekedar ngobrol, temu kangen, dan saling menyaksikan pertunjukan teman mereka yang tampil di atas panggung. Suasana yang cozy makin klop dengan settingan unplugged diatas panggung dan penampilan dari beberapa band yang membawakan single pribadi maupun cover dengan sangat baik. 

Dibawah titel Class Of 99, semoga reuni ini dapat terselenggara dengan rutin ! Mari bersulang saudara !


Naked Virgin Fans

Naked Virgin Fans - Lake Of Fire Cover


Naked Virgin Fans



Naked Virgin Fans - Oh Me Cover


Naked Virgin Fans

Naked Virgin Fans

Naked Virgin Fans

The Crowds of Class Of 99 Reunion

Naked Virgin Fans :  Rizka/Voc/Guitar - Awiex/Bass - Sigit/Guitar - Eko/Drum.
Images taken without violence From Alfiza Fauzi.

Desember 21, 2013

EVENT REVIEW : GITARAN SORE SOLO 2013


Para dewa gitar Indonesia seperti I Wayan Balawan (Batuan Ethnic Fusion), Bengbeng (Pas Band), John Paul Ivan (mantan gitaris Boomerang yang kini bergabung di RI1 Band, Ipunk (Power Metal), dan Andy Owen  akan unjuk gigi sekaligus bagi-bagi ilmu gratis dalam acara Djarum Super GitarPlus Gitaran Sore 2013.

Acara yang digelar di Atrium Solo Square Sabtu (21/12/2013) mulai pukul 16.00 WIB-22.00 WIB ini Tak hanya disuguhi penampilan para gitaris handal Tanah Air, acara ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi anggota komunitas gitaris se-Soloraya, Solo Guitar Community (SGC).

Penggagas kegiatan sekaligus pendiri Majalah GitarPlus, Caecilia Intan Pratiwi, mengutarakan gelaran ke-23 di Solo bakal menjadi penutup rangkaian gelaran GitarPlus Gitaran Sore. Berbeda dari sejumlah kota di Indonesia yang menyajikan komposisi gitaris yang beragam, ajang unjuk kebolehan sekaligus coaching clinic di Solo nanti bakal didominansi gitaris beraliran rock.

“Sebelumnya kami menawarkan kepada anggota komunitas gitar di Solo, siapa saja gitaris yang ingin diundang ke Solo. Mereka minta agar komposisinya lebih banyak gitaris rock. Kami tidak bisa merealisasi semua gitaris berhubung jadwal mereka juga padat. Akhirnya para gitaris ini yang terpilih dan dibawa ke Solo,” terang perempuan yang akrab disapa Intan ini, ketika berbincang dengan Espos, Jumat (20/12/2013) sore.

Intan mengutarakan Solo dipilih menjadi salah satu kota yang disambangi acara Gitaran Sore lantaran melihat besarnya potensi dan atensi gitaris lokal Solo. “Seperti semangat awal saya saat membuat acara ini, lewat acara ini kami ingin mengembangkan bakat potensial gitaris lokal. Solo sendiri saya lihat komunitas gitarisnya sudah berkembang dan para personelnya aktif,” ujarnya.

Secara terpisah, Ketua Solo Guitar Community, Yura Palestrina, mengatakan 15 dari 50 gitaris yang tergabung di komunitasnya bakal turut memeriahkan gelaran ini. “Ada sekitar 15 anggota Solo Guitar Community yang ikut perform. Mereka akan jamming dan bermain dengan komposisi minus one,” bebernya.

Menurut Yura, acara tersebut menjadi salah satu gelaran yang ditunggu Solo Guitar Community. Selain bisa memperkaya kemampuan bermusik anggotanya, lanjutnya, acara ini juga bisa sarana kumpul-kumpul komunitas musik di Solo. 

source