Laman

Tampilkan postingan dengan label rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rock. Tampilkan semua postingan

Desember 13, 2013

APA KABAR WASHBURN GUITARS ?!!


Yuups! Whazzup adiksigitaris ?!!

Wew, Kota Solo akhir-akhir ini cuacanya sangat tidak bersahabat, hujan terus, dingin, lembab... Bikin males kemana-mana. Ya ga? so, mending masuk kamar, ambil gitar kamu, genjrang-genjreng sambil baca artikel-artikel yang ada di blog khusus gitar elektrik ini. :D. What a life...


....................................... Mungkin kamu masih ingat, kalau kita mundur kurang lebih 2 dekade yang lalu alias 20 tahun yang lalu, sekitar tahun 80'an dan 90'an gitar elektrik dengan brand WASHBURN ini sangat terkenal dan dekat dengan gitaris musisi Rock dan Metal. Sebut saja, mulai dari Nuno Bettencourt, Steve Stevens, Paul Stanley, Dimebag Darrel, Michael Angelo Batio sampai Scott Ian dan masih banyak lagi. 


Washburn Guitars Co. merupakan salah satu pabrikan gitar dan istrumen berdawai tertua dunia, bahkan jauh sebelum Leo Fender terkenal dengan Telecaster dan Stratocasternya, karena Washburn sudah berdiri sejak tahun 1883 di kota Chicago USA, sebuah legacy dan heritage di dunia musik yang sangat berpengaruh. Tapi, seiring perkembangan zaman pada saat itu, dimana mulai banyak pesaing-pesaing baru yang menciptakan gitar elektrik dengan karakter dan inovasinya masing-masing, popularitas Washburn boleh dibilang mulai meredup dan mulai ditinggalkan oleh para gitaris pada era tahun 2000an.


Cukup banyak seri dari gitar elektrik ini yang cukup terkenal pada masanya, mulai dari Chicago Series, Bantam Series, HB Series, Jazz Series, Idol Series, Maverick Series, MG Series, HM Series, X Series, Signature Series dan lain sebagainya. Kebanyakan dari model tersebut sangat terkenal di era tahun 70an, 80an sampai 90an serta maksimal era 2000an awal. Bahkan inovasi Stephen Extended Cutaway (ketebalan neck yang merata dari fret 1 sampai 24) dan Buzz Feiten Tuning System (anti buzzing) merupakan inovasi asli dari pabrikan ini. Salah satu PR Washburn juga mengatakan bahwa memang mereka sempat "meninggalkan" produk gitar elektrik mereka dan lebih concern kepada produknya akustiknya, tanpa melakukan inovasi sama sekali pada produk elektrik di tahun-tahun belakangan ini. 


Tetapi untuk kamu para gitaris shred yang mungkin kangen dan penasaran dengan performance Washburn yang dulu sempat merajai panggung Rock dan Metal dunia tenang saja, karena beberapa waktu yang lalu mereka mengumumkan kalau mereka sudah siap terjun kembali di arena berdarah persaingan gitar elektrik dan akan sangat memanjakan gitaris (khususnya Shred Style) dengan dirilisnya produk terbaru Washburn Parallaxe Series. Hell Yeah! 


Penasaran dengan produk terbaru pabrikan Washburn ini?! Yang jelas, gitar terbaru mereka terdiri atas 3 kategori seri yaitu PXM, PXS dan PXL. Masing-masing dengan karakternya sendiri-sendiri dengan pilihan headstock yang berbeda (inline/3on3), konfig PU pasif (duncan) atau aktif (EMG), double cutway maupun single cutway body, rosewood/ebony fingerboard, Floyd Rose tremolo bridge ataupun Stop Tail bridge, Maple veneer Finish maupun Solid Finish, semuanya tersedia! keren! terdapat pilihan untuk 6 senar, 7 senar ataupun 8 senar dan kesemuanya menggunakan teknologi Stephen Extended Cutaway serta Buzz Feiten Tuning System. Whoaa!


 


Sedikit bocoran untuk kamu nih adiksigitaris, ternyata Washburn Parrallaxe Series merupakan gitar elektrik dengan inovasi yang mumpuni! ya!!  kamu tidak perlu khawatir dengan noise dari Floyd Rose nya, karena sudah disematkan karet untuk meredam bahkan mengeliminasi suara berisik dari pegasnya ketika kamu membending atau sedang melakukan dive bomb, cool!.


Kenapa disebut dengan Parallaxe? weitz, ternyata selain menyediakan fitur coil splitting pada setiap PU humbuckernya, gitar ini juga dilengkapi dengan switcher seri/parallel pada potensio volumenya, keren kan?! dan yang terpenting gitar ini diproduksi oleh tangan terampil LUTHIER INDONESIA dan dilabeli dengan harga yang cukup terjangkau. :)

Go Shred with it !!








November 16, 2013

Adiksigitar Review : NEW-BORN HELLRAISER BOY ! PLEASE WELCOME > SCHECTER GUITAR AMPS !


Hellraiser Stage 100 Head 

A : I'M SO BORING IN CRAFTING GUITARS, WHAT ABOUT BUILDING A BRAND NEW KICKA** AMPS ??! 

B : HOLLY SH#T, YOU'RE RIGHT ! LET'S DO IT NOW !! 

Haha, well, mungkin itu adalah  percakapan awal dimana akhirnya Schecter Guitar Research juga memutuskan untuk terjun bersaing didunia Amplifier gitar.


Ini merupakan sebuah awal ekspansi dan inovasi mereka dalam mengembangkan varian produknya. Setelah dari era 70an mereka hanya membuka bengkel gitar, terus berkembang menjadi produsen gitar yang sangat diperhitungkan sampai akhirnya sekarang benar-benar merealisasikan dalam hal menciptakan pakem baru dalam dunia "sound" gitar elektrik.

Salah satu amplifier terbaru mereka adalah SCHECTER  HELLRAISER STAGE 100 HEAD berkekuatan tabung dengan power 100 Watts. 2 pilihan input Low/Normal, memiliki 2 channel yaitu Clean dan Lead dan didukung dengan fitur baru yang mantap, 2 pilihan EQ untuk masing-masing channel (treble - middle - bass - volume - gain), disematkan pula fitur baru yaitu knob "FOCUS" (tight - normal - VII - VIII), 3 knob master (master - presence - boost), 4 tombol pilihan (boost, fx loop, channel select, UK/US Voicing) dan Nosie Reduction.

HT100 menyediakan 2 konfigurasi input untuk gitar yaitu input normal dan active. fungsinya untuk mengakomodir gitar yang kita gunakan, input normal untuk gitar dengan PU pasif dan input active untuk gitar dengan PU aktif, gunanya untuk menstabilkan kualitas sinyal gitar kamu. 







Yang lebih gila lagi, ternyata ampli ini menyediakan fitur "FOCUS" sebagai pilihan output sound yang sesuai dengan selera dan karakter gitar kamu, fitur ini memberikan alternatif bagi kamu yang menggunakan gitar dengan senar 6 (normal), senar 7 (VII), atau 8 (VIII), sadissss!! Jadi buat Anda para Metalhead diluar sana yang merasa tidak puas dengan performance amplinya silahkan coba ampli ini, gitar standar? jabanin, gitar senar 7 sampe 8? Apalagi!

Pada panel belakang terdapat dua lubang speaker output yang dilengkapi dengan saklar switch (4ohm, 8 ohm, 16 ohm), 2 knob level (send/return), 2 lubang koneksi FX send/return, koneksi kabel power, serta  lubang koneksi footswitch, great!!


Dalam hal kualitas suara, sudah pasti head amp ini bisa memberikan kamu sesuatu yang "lebih"! Karakter sound yang warm serta lebar dalam channel clean, dan ketika dihajar pake distorsi ampli ini bakal lebih "meledak" dan "teriak"! padat berisi (bukan semok tapi, ha!) dan so pasti GAHARR! Siap-siap aja dihajar oleh "tamparan" sound yang sadis dari SCHECTER HELLRAISER STAGE 100 HEAD!!

Hellraiser USA 100 Combo



November 03, 2013

R.I.P BILL LAWRENCE - A TRIBUTE TO A BRILLIANT PICKUP MAKER -

Google docs


L 500 XL
With great sadness in our hearts, the man we know as Bill Lawrence in the music industry passed away on November 2, 2013 at approximately 9:20AM. 

Bill was a strong and courageous man. Even in his last few days, Bill fought to live. He'd talk about Music, Pickups & Guitars -- and Life, and we, at his company, were still working because this is what Bill Lawrence wanted to know -- that his company & legacy is carrying on as usual. 


We will miss the Bill Lawrence Mighty Force. Bill brought so much, and he wanted to stay here on earth to keep giving. One thing, yesterday as preparing the necessary paperwork, required is Designation of Race. In Honor of Bill Lawrence and his wishes, we included Human. 



L 500 XL down side
A Memorial Service is being planned later this week in Southern California. More details to follow. 
Love, Becky

______________________________________________________

Yap, itulah tulisan yang muncul di website resmi Bill Lawrence Pickups Co. Dimana dunia telah kehilangan lagi seorang yang sangat berjasa dalam perkembangan dunia gitar khususnya dalam hal "sound" karena beliau merupakan salah satu pickups maker yang sangat brilian. 

Pabrikan Bill Lawrence adalah salah satu brand yang bersaing dengan pabrikan pickups yang lain seperti Dimarzio dan Seymour Duncan, produknya telah banyak digunakan oleh berbagai gitaris keren lintas genre, seperti Dimebag Darrel (.alm) dari Pantera, Nuno Bettencourt dari Extreme dan masih banyak lagi.

Salah satu tipe yang terkenal dari mereka adalah Bill Lawrence L-500 XL, memiliki sound yang tebal, warm, dan sexy sekaligus dengan output yang cenderung besar, oleh sebab itulah pickup ini sangat cocok digunakan untuk musik jenis metal ataupun musik yang full distorsi. Yeah Baby !! 
.
Selain itu, Bill Lawrence juga memiliki berbagai macam tipe PU yang dirilis dalam format Humbucker maupun Single Coil untuk Telecaster dan Stratocaster.

Rest In Peace Bill, We Will Miss You.

Dimebag's testimony

Nuno guitar with L 500 XL

Juni 10, 2013

ALBUM KOMPILASI "NOTHING BUT GUITAR" TELAH DIRILIS !!


Sebagai salah satu majalah gitar pertama di Indonesia, Gitar Plus telah banyak memberikan sumbangsih untuk memajukan dunia pergitaran di tanah air. Setelah sukses menggelar beberapa event untuk para gitaris-gitaris, kali ini Gitar Plus melakukan pendekatan lain untuk mengedukasi para gitaris melalui album kompilasi instrumental gitar bertajuk “Nothing But Guitar” yang resmi dirilis di akhir Maret 2013.

Melalui note yang dipajang di akun Facebook, Caesilia Intan Pratiwi selaku Executive Producer dari album kompilasi tersebut, menuturkan tentang “proyek dadakan” tersebut yang awalnya terlintas secara tidak sengaja.

“Awalnya gara-gara sessi pemotretan gitaris-gitaris di redaksi Majalah GitarPlus untuk kepentingan publikasi event Gitaran Sore yang akan diadakan di 16 kota. Melihat gitaris-gitaris ngumpul, saya jadi kepikiran, ‘Seru juga nih kalau bikin album kompilasi gitar buat mereka,” tulis wanita yang juga menjadi CEO untuk majalah Gitar Plus tersebut.

Menurut wanita yang sempat disebut sebagai ibunya para gitaris ini, ide album kompilasi ini sebenarnya bukan ide yang baru. Beberapa gitaris-gitaris yang bergabung di kompilasi ini sebenarnya sudah memiliki ide serupa, cuma berbeda konsep. Tapi karena satu dan lain hal, ide tersebut belum sempat terwujud sampai saat ini. Berkat ide “dadakan” ini, album kompilasi ini hadir sesuai deadline yang direncanakan.

“Kadang kreatifitas justru muncul saat kita diuber-uber deadline. Tapi masalahnya yang terlibat di album kompilasi gitar ini adalah gitaris-gitaris sibuk dengan jadwal padat merayap. Mereka benar-benar harus meluangkan waktu untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Menurut saya, justru di situlah serunya,” serunya.

Beberapa nama gitaris yang terlibat di album ini merupakan kumpulan nama para gitaris dari berbeda genre yang kerap mengikuti event-event Gitar Plus. Sebut saja I Wayan Balawan, Andry Muhammad, Ezra “ZiFactor”, Pupun “D’Bandhits”, Gugun “GBS”, Irvan Borneo, John Paul Ivan, Jubing Kristianto, Andy Owen, serta Edo Widiz. Rekaman album ini juga dilakukan di studio milik Indra Q “BIP” dan didukung penuh oleh Demajors sebagai distributor untuk album tersebut. Kabarnya, launching album kompilasi ini juga akan digelar bulan April 2013 mendatang.

April 08, 2013

ONE OF OUR FELLOW GUITARIST - DIED 19 YEARS AGO...

Hello april, how do you do ?



well apa kabar all, sesuai judul diatas, kita akan mencoba mengingat satu tragedi terbesar dalam sejarah Rock & Roll, tepatnya di tahun 1994, di daerah yang bernama Seattle dan seorang yang bernama Kurt Donald Cobain.


Yahh, mungkin gitaris-gitaris generasi sekarang tidak begitu tau tentang orang satu ini, dia bukan seorang yang jago main gitarnya, bukan seorang virtuoso gitar, ataupun seorang shredder, tidak, no not at all. Tapi ga tau juga, disaat kemunculannya di era tahun 1989an justru musik rock dunia sedang dilanda oleh band2 keren dengan gaya gitar shredding yang gila-gilaan, (ex: Guns&Roses, Sepultura, Megadeth, Metallica dll) dan herannya publik dunia dan Indonesia pun akhirnya juga berpaling sama orang ini dan band yang dia bawa, dan band tersebut adalah NIRVANA.

Kurt, adalah seseorang yang masa kecilnya cukup bahagia, sampai akhirnya umur 9 tahun dirinya benar2 terpukul dan tertekan oleh akibat perceraian orang tuanya. Sejak kecil dia sudah menunjukkan kesukaannya pada musik PUNK dan akhirnya dia bertemu dengan sahabatnya Krist Novoselic dan Chad Channing, mereka membentuk band dengan nama yang aneh2, sebelum akhirnya NIRVANA menjadi pilihan setelah Kurt nonton siaran rohani Buddha di tv pada malam hari, yang memiliki arti kesempurnaan jiwa. Mereka merilis album BLEACH di tahun 1989 dibawah SubPop Records dan sempat tur diberbagai wilayah U.S. Sampai pada saat Chad memutuskan untuk keluar dari band, Kurt dan Krist akhirnya merekrut Dave Ghrol untuk mengisi part drum di Nirvana. 

Di tahun 1991, akhirnya dewi fortuna berdansa dan pogo tepat diatas mereka, karena album mereka yang berjudul NEVERMIND, meledak di pasaran, dengan rekor 500,000 kopi dalam minggu pertama rilisnya dan menjadi #1 single di berbagai chart dunia. Very amazing. Setelah itulah, mereka sering tur ke berbagai belahan dunia, diundang kesana kemari, menjadi sangat terkenal, kaya dan menjadi idol bagi sebagian besar anak muda di jamannya. 

Di sepanjang karir bandnya, Kurt Cobain terkenal sebagai figur gitaris yang sangat cuek dan hampir tidak peduli dengan skill yang tinggi. Sebagian besar lagu-lagunya hanya mengandalkan kunci kord standar, sedikit solo, sedikit alternate tunings ( turun setengah nada dan di Drop D-kan) dan mudah dipahami. Dia lebih menyukai gitar Fender MIJ dibandingkan MIA karena memang postur tubuhnya yang kecil. Pernah dia ditawari menjadi endorsee Gibson tapi dia menolaknya karena ternyata tidak ada gibson yang cocok dengan karakternya. Bersama Fenderlah dia akhirnya menciptakan satu gitar legacy dengan model kawinan antara Jaguar dan Mustang yang akhirnya diebut dengan Jag-Stang Kurt Cobain Signature Guitar. Hanya 2 gitar asli miliknya yang berhasil diproduksi, yang satu berwarna merah, yang sudah pernah diajak konser dengannya, dan yang satunya berwarna biru, tidak pernah sampai ke tangan Kurt, dan saat ini ada di museum Fender lengkap dengan gambar desainnya. klik ini untuk gear yang digunakan oleh Kurt.

Singkat cerita, pada April tanggal 8, 1994 Kurt Cobain ditemukan tewas dengan kepala nyaris rusak seluruhnya dikarenakan luka tembakan shotgun jenis remmington oleh tukang listrik yang dateng ke atas garasi rumahnya. Menurut ahli, dia telah tewas 3 hari yang lalu sehingga tubuhnya sudah mulai membusuk. 



Itulah sedikit kisah dari seorang frontman dan juga gitaris yang mampu merubah "wajah" musik rock sampai detik ini. Sang legenda tidak mengajari tentang bagaimana memiliki skill yang tinggi dalam memainkan instrumen ini, tetapi dapat mewariskan karya-karya abadi yang belum tentu seorang virtuosopun mampu melakukannya.